SMK Yatpi Godong yang telah memiliki berbagai program studi yang antara lain memiliki Program Studi Teknik Mekanik Otomotif yang sekarang ini telah mengalami perubahan perubahan yang sangat menonjol, seperti ketertiban siswa-siswanya dalam mengikuti pelajaran di lingkungan kelas maupun di luar kelasnya, ketertiban seragam sekolah baik itu bagi guru dan karyawan serta peserta didik, peningkatan mutu pembelajaran dan ketertiban pelaksanaan proses pembelajaran mulai dari persiapan sampai pelaksanaan pembelajaran.
Pada Jurusan Teknik Mekanik Otomotif SMK Yatpi Godong terutama pada peningkatan pelaksanaan pembelajaran di awal tahun pembelajaran 2007/2008 yang lau telah diselenggarakan Diklat Otomotif bagi guru dan karyawan Program studi Teknik Mekanik Otomotif. "Dari hasil pelaksanaan tersebut diharapkan dapat menjadi pencerahan ilmu-ilmu teknik mekanik otomotif bagi para guru sehingga dalam pelaksanaan pembelajaran dengan peserta didik akan menjadi lebih baik", kata Kepala Sekolah SMK Yatpi Godong, Bp. Maskuri, S.T. Diklat tersebut diikuti oleh semua guru-guru produktif pada program studi tersebut yang berjumlah 9 peserta. Sedangkan nara sumbernya mendatangkan dari BLPT yaitu Bp. Menu D.H, S.Pd untuk bidang Chasis dan Suspensi, Bp. Sugiyarto, S. PD. untuk bidang Overhoul Engine Bensin dan Diesel dan Bp. Sutriyono, S.Pd. untuk bidang Electrical Body dan Pengapian.
Diklat yang dilaksanakan dalam pola 48 jam tersebut menghasilkan banyak manfaat terutama bagi peserta diklatnya yang selanjutnya bermanfaat bagi peserta didik di SMK Yatpi Godong pada Program Studi Teknik Mekanik Otomotif. Saya sebagai Ketua Program Studi dan juga selaku Ketua Panitia Pelaksanaan Diklat tersebut sangat mengacungi jempol atas ide baik ini. Saya berharap ide baik ini dapat dilanjutkan dan ditingkatkan untuk program studi yang lain.
Jumat, 15 Agustus 2008
Kamis, 07 Agustus 2008
Pengorbanan Seorang Pendidik
Seorang pendidik merupakan seorang seniman yang selalu memahat batu sebagai obyek atau menuangkan ide-idenya. Betapa tidak rekaosnya (susahnya) memahat batu apalagi yang dipahat adalah batu kali (sungai), ini khan sangat dibutuhkan adanya tenaga yang ekstra dan juga pikiran/otak yang cerdik dan cerdas. Kalau dipergunakan otak saja tidak bisa apalagi dengan tenaga saja. Jadi harus kedua-duanya ini melekat pada seorang pendidik.
Seorang yang dididik semakin rendah usianya biasanya akan semakin sulit untuk mendidiknya, ibarat batu semakin keras jenis batunya. Tapi tidak selamanya demikian, tergantung dari si pendidik untuk dapat membuat trik-trik seorang pendidik yang efektif. Untuk dapat menjadi seorang pendidik yang efektif ini sangat tergantung sekali dari sipendidik tersebut. Modal utama yang dapat dipergunakan adalah selalu enstropeksi diri setiap kali selesai mengajar diwaktu sengganganya, bisa di kantor maupun di rumah yang dilanjutkan dengan mengubah atau mencari metode-metode mendidik yang lebih baik dari sekarang yang telah dialaminya.
Dengan enstropeksi diri ini kita akan dapat memahami dan mengerti dengan diri kita sendiri yang akhirnya dapat mewujudkan tingkah laku kita terutama dalam mendidik anak didik kita dengan sebaik-baiknya. Dengan enstropeksi diri lagi kita akan tahu kesalahan-kesalahan dalam tingkah laku kita dalam mendidik anak didik kita.
Sebenarnya kalau mau jujur tidak ada kesulitan yang berarti dalam mendidik baik itu ditingkat rendah maupun tingkat tinggi kalau pendidik selalu melakukan enstropeksi diri yang tekun dan diikuti dengan pemodifikasian paradigma yang baik.
Seorang yang dididik semakin rendah usianya biasanya akan semakin sulit untuk mendidiknya, ibarat batu semakin keras jenis batunya. Tapi tidak selamanya demikian, tergantung dari si pendidik untuk dapat membuat trik-trik seorang pendidik yang efektif. Untuk dapat menjadi seorang pendidik yang efektif ini sangat tergantung sekali dari sipendidik tersebut. Modal utama yang dapat dipergunakan adalah selalu enstropeksi diri setiap kali selesai mengajar diwaktu sengganganya, bisa di kantor maupun di rumah yang dilanjutkan dengan mengubah atau mencari metode-metode mendidik yang lebih baik dari sekarang yang telah dialaminya.
Dengan enstropeksi diri ini kita akan dapat memahami dan mengerti dengan diri kita sendiri yang akhirnya dapat mewujudkan tingkah laku kita terutama dalam mendidik anak didik kita dengan sebaik-baiknya. Dengan enstropeksi diri lagi kita akan tahu kesalahan-kesalahan dalam tingkah laku kita dalam mendidik anak didik kita.
Sebenarnya kalau mau jujur tidak ada kesulitan yang berarti dalam mendidik baik itu ditingkat rendah maupun tingkat tinggi kalau pendidik selalu melakukan enstropeksi diri yang tekun dan diikuti dengan pemodifikasian paradigma yang baik.
Langganan:
Postingan (Atom)